Selasa, 30 Oktober 2007

Phyton di Tanah Lot

Ngeri juga lho, phytonnya besar, beratnya setara aku kali. Aku sebenarnya tidak berani, tapi papaku bilang ga' apa-apa. Jadi kupaksa memagang bagian badannya, agak jauh dari kepalanya. Was-was juga, namanya takut kan. E... meski meringis-meringis begitu, ternyata memang ga' apa-apa. Luluslah, takut pun hilang.
Nah, cerita yang ini sich dah cukup lama, saat kami sekeluarga maen ke Tanah Lot, Tabanan-Bali.

Kintamani-Gunung Batur

Sedikit kedinginan, aku sempat berpose di tepi jalan Kintamani-Singaraja. Di belakangku ada gunung Batur, yang katanya cukup aktif. Tidak begitu tinggi. Indah sekali menurutku. Gambarnya sendiri sih ga' seindah aslinya. Tapi aku sangat senang, damai rasanya. Tuhan memang luar biasa ya.
Nah, gambar itu diambil saat suatu ketika, duluuu, kami sekeluarga menemani teman-teman tanteku dari Jakarta yang refreshing ke Bali.

Hula Hop

Kata pembinaku permainan memutar barang bundar dari rotan di tubuh itu namanya bermain "hula hop". Dengan menggerakkan tubuh kita, ini kalo dah pandai lho, barang itu akan berputar-putar, kita bisa berdiri, bisa setengah jongkok. Ternyata tidak gampang lho sampai benda itu bisa berputar-putar dan tidak jatuh. Cobain aja.
Yang di foto itu, saat aku menunjukkan kebolehanku bermain hula hop di depan adik-adik Sekami di sebuh tempat di kawasan Keramas, Ubud-Gianyar. Tempatnya sejuk, banyak pohon, enak untuk menyepi, merenung-renung.

Pantai Brawa-Bali

Nah, seperti inilah ekspresiku ketika itu...di pantai Brawa-Bali. Kami anak-anak Sekami Gereja Katolik St. Paulus Paroki Kulibul Keuskupan Denpasar, diajak oleh pembina rekreasi memperingati hari raya Paskah. Aku (paling kanan), tengah memperhatikan sepupuku, Jessy, yang tengah menghias telor paskah. Pokoknya waktu itu asyik banget deh, pasir pantai yang bersih enak untuk bermain.