Senin, 12 November 2007

Wana Villas Bali

Pinginnya jadi peragawati ceritanya, tapi ga kesampean, beraninye mejeng sembunyi-sembunyi. Kaya' ini nich... di sebuah pintu khas Bali di "Wana Villas Bali", Bedugul. Eh... jangan pelototin kainku yang kusampirkan itu ya, kotor kayaknya, tapi yang penting dinginnya keusir dikit. Habisnya waktu itu hujan...jan...jan pokoknya, belum lagi Bedugul sendiri yang ga' ujan pun dinginnya sudah menggigit.

Ombak Tanah Lot

Ama mamaku lagi. Aku sich maunya nyante aza, tapi mamaku....liat tu, pasang aksi abiz. Cantik ya mamaku, kaca matanya bo'. Mirip ga ya? nonongnya kali.
Eh, btw... waktu itu, kami sekeluarga ngantar teman-teman tanteku yang di Jakarta, namanya tante Imel dan tante Pur. Tante Imel agak ceriwis, tante Pur diem banget.

Kamis, 01 November 2007

Depan Hard Rock Hotel Kuta

Ga' bisa nginep di Hard Rock Hotel, ya... bergaya di depannya juga cukuplah. Gambarku itu dibuat suatu malam, entah kapan itu, kira-kira dua tahun lalu, di depan Hard Rock Hotel Kuta-Bali, saat ngantar teman-temannya tanteku yang di Jakarta yang berlibur ke Bali. Agak gelap ya.

Dengan Mama

Lagi manja-manjaan dengan mamaku nich. Tapi aku bukan anak manja lho. Kalo begini, senang rasanya. Habisnya mama juga menurutku sibuk terus sich. Maklum, harus kerja keras untuk kami anak-anaknya. Jadi, sekali-sekali kalo ada waktu, yach.... ga' salah donk bermanja-ria dikit. Panjang juga rambutku ya, maksudnya jika dibandingin dengan rambut mamaku itu.

Selasa, 30 Oktober 2007

Phyton di Tanah Lot

Ngeri juga lho, phytonnya besar, beratnya setara aku kali. Aku sebenarnya tidak berani, tapi papaku bilang ga' apa-apa. Jadi kupaksa memagang bagian badannya, agak jauh dari kepalanya. Was-was juga, namanya takut kan. E... meski meringis-meringis begitu, ternyata memang ga' apa-apa. Luluslah, takut pun hilang.
Nah, cerita yang ini sich dah cukup lama, saat kami sekeluarga maen ke Tanah Lot, Tabanan-Bali.

Kintamani-Gunung Batur

Sedikit kedinginan, aku sempat berpose di tepi jalan Kintamani-Singaraja. Di belakangku ada gunung Batur, yang katanya cukup aktif. Tidak begitu tinggi. Indah sekali menurutku. Gambarnya sendiri sih ga' seindah aslinya. Tapi aku sangat senang, damai rasanya. Tuhan memang luar biasa ya.
Nah, gambar itu diambil saat suatu ketika, duluuu, kami sekeluarga menemani teman-teman tanteku dari Jakarta yang refreshing ke Bali.

Hula Hop

Kata pembinaku permainan memutar barang bundar dari rotan di tubuh itu namanya bermain "hula hop". Dengan menggerakkan tubuh kita, ini kalo dah pandai lho, barang itu akan berputar-putar, kita bisa berdiri, bisa setengah jongkok. Ternyata tidak gampang lho sampai benda itu bisa berputar-putar dan tidak jatuh. Cobain aja.
Yang di foto itu, saat aku menunjukkan kebolehanku bermain hula hop di depan adik-adik Sekami di sebuh tempat di kawasan Keramas, Ubud-Gianyar. Tempatnya sejuk, banyak pohon, enak untuk menyepi, merenung-renung.